CUWI 3 X IMAKAHI Insight: Di Balik Asap Karhutla: Ancaman yang Nyata bagi Satwa
Di Balik Asap Karhutla: Ancaman yang Nyata bagi Satwa
— Ketika Hutan Terbakar
Karhutla bukan hanya membakar pepohonan, tetapi juga menghancurkan habitat yang menjadi tempat satwa mencari makan, berlindung, dan berkembang biak. Ketika hutan terbakar, satwa kehilangan rumah dan dipaksa mencari tempat lain untuk bertahan hidup.
— Mereka Juga Menjadi Korban
Panas, api, dan asap dapat menyebabkan satwa mengalami luka bakar, gangguan pernapasan, dehidrasi, stres, hingga kekurangan makanan. Bahkan setelah berhasil melarikan diri, mereka masih menghadapi habitat yang rusak dan risiko konflik dengan manusia.
— Satwa Berhasil Diselamatkan
Di Kalimantan Barat, sepanjang 1 Agustus–10 September 2026, Kementerian Kehutanan melaporkan 24 satwa liar berhasil diselamatkan dari dampak karhutla. Satwa tersebut terdiri dari 15 orangutan, 6 trenggiling, 1 bekantan, 1 kukang, dan 1 musang tenggalung, yang ditemukan di 18 lokasi.
Salah satu kisah penyelamatan terjadi pada Mama Man, seekor orangutan betina dewasa berusia sekitar 20 tahun, bersama anaknya, Man, yang masih berusia sekitar 7 bulan. Keduanya diselamatkan pada 3 September 2026 di Sungai Awan Kiri, Muara Pawan, Ketapang, setelah kondisi habitat di sekitarnya tidak lagi menyediakan tutupan hutan yang memadai. Mama Man dan Man kemudian mendapatkan perawatan sementara di pusat rehabilitasi YIARI. Bagi satwa liar, kehilangan habitat dapat menjadi ancaman bagi seluruh anggota kelompok, termasuk individu yang masih bergantung pada induknya.
— Saat Hutan Tak Lagi Aman
Kebakaran dapat membuat satwa keluar dari habitat alaminya untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Beberapa orangutan bahkan ditemukan di area perkebunan karena akses menuju hutan yang tersisa terputus akibat kebakaran. Kondisi ini meningkatkan risiko kelaparan, cedera, hingga konflik dengan manusia.
— Asap Juga Mengancam
Ancaman karhutla tidak berhenti pada api. Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan satwa. BOS Foundation melaporkan 21 orangutan menunjukkan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung, sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan tim veteriner.
— Di Balik Proses Penyelamatan
Penyelamatan satwa bukan sekadar membawa mereka menjauh dari api. Dokter hewan berperan dalam memeriksa kondisi, menstabilkan pasien, menangani gangguan pernapasan dan cedera, serta memantau proses pemulihan. Dukungan seperti oksigen dan nebulizer juga dapat digunakan pada satwa dengan masalah pernapasan akibat asap.
— Rescue Bukanlah Akhir
Satwa yang berhasil diselamatkan mungkin membutuhkan perawatan dan rehabilitasi sebelum dapat kembali ke alam. Pelepasliaran harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, kemampuan bertahan hidup, serta keamanan dan ketersediaan habitat. Karena itu, menyelamatkan satwa juga berarti memastikan rumah mereka kembali aman.
— Semua Saling Terhubung
Karhutla menunjukkan hubungan erat antara kesehatan lingkungan, satwa, dan manusia. Hutan yang rusak mengancam satwa, sementara asap dan polusi juga berdampak pada kesehatan manusia. Inilah mengapa perlindungan satwa dan habitat merupakan bagian dari upaya One Health.
— Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Jika menemukan satwa terdampak karhutla, jangan menangkap atau merawatnya sendiri. Jaga jarak, hindari membuat satwa semakin stres, dan laporkan kepada pihak berwenang atau lembaga penyelamat satwa. Karena pertolongan terbaik bukan hanya menyelamatkan mereka dari api, tetapi juga menjaga agar mereka tetap memiliki rumah untuk kembali.
Karhutla bukan hanya tentang apa yang terbakar.
Di balik asap, ada kehidupan yang sedang berjuang untuk bertahan.
Lindungi hutan. Lindungi satwa. Lindungi kehidupan.
References
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026). Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar dari Karhutla Kalbar Dalam Sebulan. 11 September 2026.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2026). Hadapi Dampak Karhutla, Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat. 5 September 2026.
Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). (2026). Situation Update: Wildfires and BOSF Readiness. September 2026.
Reuters. (2026). Orangutan rescued from fire zone in Indonesia's Borneo, battles respiratory illness. 30 August 2026.
Mongabay Indonesia. (2026). Akibat Karhutla, 7 Orangutan Kalimantan Diselamatkan di Ketapang. 3 September 2026.
DetikKalimantan. (2026). Terjebak di Kebun Warga Kayong Utara, 6 Orang Utan Diselamatkan. 10 September 2026.

.png)
Komentar
Posting Komentar