CUWI 1 (CATCHING UP WITH IMAKAHI 1) : “JUAL BELI HEWAN DI PASAR HEWAN”
CUWI 1 (CATCHING UP WITH IMAKAHI 1)
“Jual Beli Hewan di Pasar Hewan”
Pasar hewan merupakan salah satu bentuk aktivitas ekonomi tradisional yang masih bertahan di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Jual beli hewan di pasar hewan merupakan aktivitas ekonomi tradisional yang masih memiliki peran penting dalam sistem agribisnis, khususnya di wilayah pedesaan.
Dari sisi positif, pasar hewan berfungsi sebagai sarana distribusi ternak dan hewan peliharaan yang memungkinkan peternak kecil menjual hasil ternaknya secara langsung kepada konsumen. Keberadaan pasar hewan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan karena memperlancar rantai pasok produk peternakan (FAO, 2019; Grace et al., 2017). Selain itu, interaksi langsung antara penjual dan pembeli memberikan kemudahan akses pasar tanpa perantara, sehingga pembeli dapat memeriksa kondisi fisik dari hewan itu sendiri dan tentunya dari segi harga dapat dilakukan negosiasi secara langsung.
Namun demikian, praktik jual beli hewan di pasar hewan juga memiliki berbagai konsekuensi negatif yang tidak dapat diabaikan. Salah satu isu utama adalah tingginya risiko penularan penyakit zoonosis akibat interaksi langsung antara manusia dan hewan dari berbagai sumber. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% penyakit infeksi baru pada manusia berasal dari hewan, sehingga pasar hewan berpotensi menjadi salah satu titik kritis penyebaran penyakit apabila tidak dikelola dengan baik (Jones et al., 2018; Zinsstag et al., 2020).
Selain itu, aspek kesejahteraan hewan sering kali terabaikan, di mana hewan ditempatkan dalam kondisi padat (kandang yang terlalu kecil dan banyak spesies di dalamnya), mengalami stres selama transportasi, serta kurang mendapatkan pakan dan perawatan yang memadai (Broom, 2016; Fraser, 2017). Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Kajian sistematis mengenai kesejahteraan hewan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan, perlakuan manusia, dan manajemen pemeliharaan sangat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis hewan . Oleh karena itu, praktik perdagangan yang tidak memperhatikan kesejahteraan hewan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik bagi hewan maupun manusia.
Secara keseluruhan, jual beli hewan di pasar hewan memiliki peran ekonomi yang signifikan, tetapi juga menghadirkan tantangan serius dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang lebih baik melalui penerapan biosekuriti, pengawasan kesehatan hewan, edukasi padagang dan pembeli, serta pendekatan One Health agar manfaat ekonomi dapat tetap optimal tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Daftar Pustaka
Broom, D.M. (2016). Animal welfare in livestock production systems.
FAO (2019). Livestock and livelihoods.
Fraser, D. (2017). Understanding animal welfare.
Grace, D. et al. (2017). Food safety and informal markets.
Jones, K.E. et al. (2018). Global trends in emerging infectious diseases.
Zinsstag, J. et al. (2020). One Health approach to zoonoses.



Komentar
Posting Komentar